Usia dan Lokasi Fraktur berhubungan dengan Lama Rawat Pasca Bedah Open Reduction And Internal Fixation (ORIF) Ekstremitas Bawah

Authors

  • Irwan Agustian Politeknik Negeri Subang
  • Khairunnisa Batubara Akper Gita Matura Abadi Kisaran
  • Bitcar RSUD Rantauprapat
  • Julianto Universitas Haji Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.37824/jkqh.v13i2.2025.1098

Abstract

Fraktur adalah istilah yang mengacu pada hilangnya sebagian atau seluruh struktural korteks tulang. Fraktur ekstremitas bawah dapat terjadi pada femur, tibia-fibula dan ankle-foot. Tatalaksana fraktur ekstremitas bawah yaitu tindakan operatif seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). ORIF dapat mempengaruhi lama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usia dan lokasi fraktur dengan lama rawat pasca bedah ORF ekstremitas bawah. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive correlation pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kerja balik. Pengolahan data yang dilakukan dimulai tahap editing, coding, tabulating, entry dan data processing. Analisa uji yang dipilih yaitu uji chisquare. Hasil Penelitian didapatkan bahwa usia pasien yaitu 12-25 tahun, Lokasi Fraktur Pasien di femur dan lama rawat pasien yaitu pendek (<4 hari) . Berdasarkan hasil uji chisquare didapatkan bahwa usia nilai p=0,031<a=0,05 dan lokasi fraktur p=0,001<a=0,05. Sehingga disimpulkan bahwa usia dan lokasi fraktur berhubungan dengan lama rawat pasca bedah ORF ekstremitas bawah Di Rumah Sakit Setia Budi Medan Tahun 2025.

References

Agustian, I., Lubis, Z., Hati, Y., & Izzati, N. (2023). Hubungan Antara Kinerja Perawat Dalam Tindakan Pemasangan Infus Dengan Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Setia Budi Medan Tahun 2022. JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan, 3(02), 167–177. https://doi.org/10.51771/jintan.v3i02.605

Agustian, I., Nurbaity Lubis, A., Linda, F., & Siregar, S. (2020). Individual and Organization Affects Perceptions of Reporting Patient Safety Incidents in Medan City Hospital. European Journal of Molecular & Clinical Medicine, 07(10), 1228–1234.

Andri, J., Febriawati, H., Padila, P., J, H., & Susmita, R. (2020). Nyeri pada Pasien Post Op Fraktur Ekstremitas Bawah dengan Pelaksanaan Mobilisasi dan Ambulasi Dini. Journal of Telenursing (JOTING), 2(1), 61–70. https://doi.org/10.31539/joting.v2i1.1129

Arnoli, A. (2023). Correlation between Age , Type of Fracture and Location of Long Bone Fracture on Length of Hospitalization of Post Op Patients Hubungan antara Usia , Jenis Fraktur dan Lokasi Fraktur Tulang Panjang Terhadap Lama Rawat Inap Pasien Post Op. 2(7), 1759–1770.

Fikri Indra, M., Masfuri;, & Yona, S. (2024). Faktor Mobilisasi Dini, Obesitas dan Usia Tua sebagai Prediktor Lama Rawat Inap Pasien Fraktur Femur Pasca Bedah. 6(1), 1500–1509.

Klimkiewicz, J., Klimkiewicz, A., Gutowski, M., Rustecki, B., Kochanowski, D., Ryczek, R., & Lubas, A. (2022). Femoral and Lateral Femoral Cutaneous Nerve Block as Anesthesia for High-Risk Intertrochanteric Fracture Repair Patients. Journal of Clinical Medicine, 11(13), 1–10. https://doi.org/10.3390/jcm11133708

Muzakky, A. N., Dhedie, A., Kidingallo, Y., & Mula, F. (2024). Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi pada Fraktur Terbuka dan Tertutup. Pendidikan Tambusai, 8(1), 11030–11037.

Nuriyanti Putri, A., Hamarno, R., & Johan Agus Yuswanto, T. (2023). Komorbid, usia, dan jenis fraktur ekstremitas bawah berhubungan dengan lama rawat inap pada pasien post open reduction internal fixation (ORIF). Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 14(6), 671–674. http://forikes-ejournal.com/index.php/SF

Parhantari, Z., Mufida, W., & Astari, F. M. (2025). Evaluasi Proyeksi Ap Dan Lateral Cranium Pada Kasus Fraktur Zygomaticum Di Instalasi Radiologi Rsud Tidar Kota Magelang. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 3700–3706. https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.46496

Platini, H., Chaidir, R., & Rahayu, U. (2020). Karakteristik Pasien Fraktur Ekstermitas Bawah. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 7(1), 49–53. https://doi.org/10.33867/jka.v7i1.166

Ramdhani, M. Z. (2023). Manajemen Pasca Bedah pada Kasus Open Fraktur Segmental Crusis ; Case Report. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(4), 1275--1289.

Ribka, H. A., Victoria, A. Z., & Yono, N. H. (2023). Gambaran Penerimaan Diri pada Pasien Fraktur. Jurnal Keperawatan Sumba (JKS), 2(1), 11–20. https://doi.org/10.31965/jks.v2i1.1293

Ropyanto, C.B, Sitorus, R, T, & Eryando. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Fungsional Paska Open Reduction Internal Fixation ( Orif ) Fraktur Ekstremitas. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 1(2), 81–90.

Simamora, A. S. et al. (2024). Hubungan antara Usia, Lokasi dan Jenis Fraktur dengan Durasi Perawatan pada Pasien Bedah Tulang di Polo Ortopedi RSUD Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka Tahun 2023. Seroja Husada Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(5), 372–383. https://doi.org/10.572349/verba.v2i1.363

Utari Nurul ridwan, Abdul Muthalib Pattiiha, & Prita Aulia M. Selomo. (2019). Karakteristik Kasus Fraktur Ekstremitas Bawah Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr H Chasan Boesoirie Ternate tahun 2018. Kieraha Medical Journal, 1(1), 9–15.

Waltrin, A. (2024). EduInovasi : Journal of Basic Educational Studies. Journal of Basic Educational Studies, 4(1), 1–7.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Usia dan Lokasi Fraktur berhubungan dengan Lama Rawat Pasca Bedah Open Reduction And Internal Fixation (ORIF) Ekstremitas Bawah. (2025). Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 13(2), 1-8. https://doi.org/10.37824/jkqh.v13i2.2025.1098