Perspektif Pengobatan Tradisional Islam dan Kedokteran Modern terhadap Terapi Bekam : Literatur Review

Authors

  • Ericko Purwo Wibowo Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.37824/jkqh.v14i1.2026.1207

Keywords:

Terapi Bekam, Terapi Komplementer, Hijamah

Abstract

Bekam atau hijamah merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang telah dikenal sejak ribuan tahun silam dan direkomendasikan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari pengobatan dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif pengobatan bekam berdasarkan sejarah, praktik tradisional Islam, dan relevansinya dalam kedokteran modern. penelitiaan ini memakai metode tinjauan pustaka dengan mengkaji tujuh artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed, sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bekam memiliki manfaat fisiologis, antara lain membantu proses detoksifikasi, meningkatkan sirkulasi darah, menstimulasi sistem imun, serta memberikan efek analgesik. Secara historis, bekam telah dipraktikkan oleh bangsa Mesir Kuno, Cina, dan Arab, serta mengalami perkembangan pesat di masa kejayaan Islam. Secara medis, bekam terbukti memberikan efek terapeutik terhadap berbagai kondisi seperti nyeri, hipertensi, kolesterol tinggi, hiperurisemia (asam urat), dan hiperglikemia (diabetes). Meskipun efektivitasnya telah diakui dalam sejumlah studi, terapi bekam tetap perlu dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur medis untuk menjamin keamanannya. Penelitian ini memperlihatkan bahwa bekam dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat jika diterapkan secara tepat dan berbasis bukti ilmiah.

References

Al Khaleda, Syafiya. Terapi Hijamah (bekam) menurut pendekatan sejarah dan sunnah. Diss. Universitas Islam Negeri Sumatea Utara Medan, 2018.

Syahputra, Andika, Wan Nishfa Dewi, and Riri Novayelinda. "Studi fenomenologi: kualitas hidup pasien hipertensi setelah menjalani terapi bekam." Jurnal Ners Indonesia 9.1 (2019): 19.

Al-Husaini, Aiman. "Bekam Mukjizat Pengobatan Nabi SAW." Alih Bahasa Muhammad Misbah”(Jakarta: Pustaka Azzan,), Cet. II (2005).

Umar, Wadda A. Bekam untuk 7 penyakit kronis. Thibbia, 2012.

Hidayati, Hanik Badriyah, et al. "Bekam sebagai terapi alternatif untuk nyeri." Neurona 36.2 (2019): 148-156.

Cao, Huijuan, et al. "An overview of systematic reviews of clinical evidence for cupping therapy." Journal of Traditional Chinese Medical Sciences 2.1 (2015): 3-10.

Sormin, Tumiur. "Pengaruh terapi bekam terhadap tekanan darah penderita hipertensi." Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik 14.2 (2019): 123-128.

Sangkur, B, dkk, “Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Esensial di Rumah Bekam Denpasar”. (2014)

Saryono, Saryono. "Penurunan kadar kolesterol total pada pasien hipertensi yang mendapat terapi bekam di klinik an-nahl purwokerto." Soedirman Journal of Nursing 5.2 (2010): 66-73.

Ahmadi, A., Schwebel, D. C., & Rezaei, M. (2008). The efficacy of wet-cupping in the treatment of tension and migraine headache. The American journal of Chinese medicine, 36(01), 37-44.

Akbar, Noor, and Endang Mahati. "Pengaruh bekam basah terhadap kolesterol dan tekanan darah pada pasien hipertensi di semarang." Jurnal Kedokteran Diponegoro 2.1 (2013): 137784.

Iskandar, Junaidi. "Rematik dan Asam urat." Buana Ilmu. Jakarta. Hal 36 (2013).

Putri, Astuti Ardi. "Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Sitiung 1." Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah 13.7 (2019).

Inggarsih, Rara. "Cupping Therapy Benefit in Glucose Blood Level." Arkus 7 (2021): 169-175.

Downloads

Published

2026-07-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perspektif Pengobatan Tradisional Islam dan Kedokteran Modern terhadap Terapi Bekam : Literatur Review. (2026). Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 14(1), 84-93. https://doi.org/10.37824/jkqh.v14i1.2026.1207

Similar Articles

11-20 of 25

You may also start an advanced similarity search for this article.