Analisis Poskolonial dalam Novel Lebanon: Legenda dan Air Mata Karya Kahlil Gibran
DOI:
https://doi.org/10.37824/tirai.v6i2.2023.799Keywords:
hibriditas, poskolonial, novel, Kahlil GibranAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk hibriditas serta dampaknya dalam menghadapi kolonialisme pada novel Lebanon: Legenda dan Air Mata karya Kahlil Gibran dengan menggunakan pendekatan poskolonial. Data penelitian berupa satuan kebahasaan yang menggambarkan unsur hibriditas, sedangkan sumber data adalah novel yang diterbitkan Fajar Pustaka Baru tahun 2002 dengan ketebalan 301 halaman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca, catat, identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua bentuk hibriditas, yaitu simbol dan nilai, yang merepresentasikan percampuran budaya kolonial dengan budaya lokal. Dampak hibriditas tergambar pada hilangnya identitas masyarakat Lebanon, munculnya penindasan, ketidakadilan, hingga keterasingan baik secara fisik maupun mental. Hasil analisis ini menegaskan bahwa karya sastra mampu mengungkap dinamika kolonialisme serta memunculkan kesadaran kritis mengenai pentingnya identitas dan kebebasan dalam masyarakat.
Downloads
References
[1] Arisni, F., & Icha, N. (2022). Teori Sastra. Yogyakarta: Media Ilmu.
[2] Iqbal, M., dkk. (2023). Kajian Sastra Poskolonial. Jakarta: Rajawali Press.
[3] Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London: Routledge.
[4] Gibran, K. (2002). Lebanon: Legenda dan Air Mata. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
[5] Munaris, A., dkk. (2023). Kolonialisme dan Poskolonialisme dalam Sastra. Bandung: Alfabeta.
[6] Dermawan, R. N., & Santoso, J. (2017). “Mimikri dan Resistensi Pribumi terhadap Kolonialisme dalam Novel Jejak Langkah Karya Pramoedya Ananta Toer: Tinjauan Poskolonial.” Jurnal Humaniora, vol. 29, no. 2, pp. 120–134.

